Senin, 04 Maret 2013

A friend's eye is a good mirror (Mata teman adalah cermin yang baik)

Alfaqih Warsono



A friend's eye is a good mirror
(Mata teman adalah cermin yang baik)

Means: A real friend will tell you the truth.
Maksudnya : Teman yang sejati akan menceritakan yang sejujur-jujurnya.

Teman yang sejati adalah teman yang mau berkata sejujurnya. Ia bukan ular bermuka dua, yang ketika bicara selalu berbeda di hadapan orang yang ia hadapi. Ia suka menggunting dalam lipatan, menyerimpung dari belakang, menikam dari kegelapan. Ia seakan bicara benar, namun sesungguhnya ia meneyembunyikan kebenaran, ia dusta, tidak mau bicara jujur. Ia tidak pantas dijadikan teman yang sejati (sahabat karib).

Padahal Islam mengajarkan kepada kita untuk berbicara yang sejujurnya meskipun terasa tidak nyaman hingga kita dicatat termasuk orang yang jujur. Ingatlah kejujuran akan membawa kita kepada surga.

قُلِ الْحَقَّ وَلَوْ كَانَ مرًّا

Katakanlah yang sejujurnya meskipun terasa pahit.

A friend to all is a friend to none. (Seorang teman bagi semuanya adalah bukan seorang teman bagi yang lain)

Alfaqih Warsono



 A friend to all is a friend to none.
(Seorang teman bagi semuanya adalah bukan seorang teman bagi yang lain)

Means: Someone who is a friend to everyone makes none of them feel special.
(Seseorang yang menjadi teman bagi setiap orang tidak satupun yang menjadi teman yang special )

Belajarlah memahami bahwa kita harus menjadi teman yang baik bagi siapapun, namun janganlah terlalu berharap bahwa semua orang yang kita jadikan teman itu menjadi teman yang special. Teman special tentunya hanya seorang. Ia yang akan mendampingi di kala suka atau pun duka, sehidup semati, yang mencintai dan menyayangi lahir dan batin.

Sebagai bentuk temanan, baik kepada siapapun, tebarkan salam. Karena “salam” itu berarti juga mendoakan keselamatan dan rahmat (kasih sayang) kepada orang itu.

اَفْسٌوْا السَّلاَم

(tebarkan salam)
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ ﴿١٨٦﴾

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS Al Baqarah[2]:186)

A friend in need is a friend indeed (seorang teman yang hadir di kala dibutuhkan adalah teman sejati)

Alfaqih Warsono



A friend in need is a friend indeed (seorang teman yang hadir di kala dibutuhkan adalah teman sejati)

Means: Someone who helps you when you are in trouble is a real friend.
Maksudnya : (seseorang yang menolongmu ketika kamu berada dalam kesusahan adalah sahabat sejati)

Dalam hal ini ada baiknya kita simak syair lagu Rhoma Irama.
Mencari teman memang mudah,
Pabila untuk teman suka,
Mencari teman memang susah,
Pabila untuk teman duka.

Mencari teman di meja makan,
Itu hanya teman biasa,
Mencari teman di pintu penjara,
Itu luar biasa.

Tidak semua orang yang merupakan sabahat/teman mau ikut merasa empati ketika seseorang menerima musibah, karena memang ia bukanlah sahabat yang sejati. Boleh jadi ada seseorang yang tidak begitu kita kenal, namun ia hadir ketika kita dalam masalah dan memberi / menawarkan bantuan yang ikhlas, itu yang mesti kita cermati sebagai teman plus sahabat sejati. Ia adalah teman kala suka dan duka. Maka carilah … Insya Allah akan bahagia.
 

A fool and his money are soon (easily) parted. (orang bodoh dan uangnya sering berpasangan dengan mudah)

Alfaqih Warsono
 



Means: A foolish person usually spends money carelessly.
(Orang bodoh biasanya menghabiskan uang dengan cerobohnya)

Yang namanya orang bodoh, ia tidak mampu memikirkan bagaimana mengelola uangnya jika ia punya uang. Sehingga setan dengan leluasa mempengaruhinya untuk menghamburkannya, karena memang “ceroboh”, “rakus”, dan “boros” itu min khutuwatis syayatin (langkah setan). Setan yang pintar itu dengan tanpa hambatan menggodanya, agar kelak ia menyesal dengan perbuatannya.

Orang pandai biasanya (walaupun tidak semua), akan berhati-hati dalam meamakai uang, ia tahu bagaimana untuk besok dan seterusnya akankah masih ada sisa?, masih tersediakah untuk ditabung? Ia tahu bahwa “irit/hemat” itu menguntungkan dirinya untuk kini dan yang akan datang.

Oleh karena itu, jadilah orang yang pandai menghemat uang, sehingga ia tidak selalu memikirkan uangnya. Simpan untuk masa depan, karena kita tidak tahu apakah kita akan dalam keadaan sehat selalu, atau selamat selalu ataukan akan terkena bencana dan sakit yang membutuhkan biaya yang cukup besar. Jadilah orang pandai dalam masalah keuangan, insya Allah selamat.
 

A flower blooms more than once. (Bunga mekar lebih dari satu kali)

Alfaqih Warsono



Means: If you miss an occasion, you can avail of it at another time.
(Kalau kamu luput pada satu kesempatan, kamu dapat memperoleh faedah tersebut pada waktu lain.)

Ada kalanya orang, ketika tertinggal pada satu kesempatan, lalu ia merasa sia-sia, menyesali, dan marah. Namun bagi yang legowo, ia jadikan kegagalan itu pelajaran dan upaya meningkatkan kualitas usahanya. Ia bersabar, dan itu lebih baik baginya. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿٢٠٠﴾
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (QS Ali Imran [3]:200)

Upaya selanjutnya yang harus dilakukan jika telah melakukan satu tugas baik berhasil maupun gagal pada satu kesempatan adalah bertawakal kepada Allah.

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ ﴿١٥٩﴾

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS Ali Imran[3]:159)

Lalu kerjakan tugas lain :

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ ﴿٧﴾ وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ ﴿٨﴾

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS Al Insyirah[54]:7)
 

A bird in hand is worth two in a bush. (Burung di tangan berharga dua di semak)

Alfaqih Warsono





Means: It's better to keep what you have than to risk losing it by searching for something better.
(Lebih baik menjaga apa yang kamu punya daripada rela (beresiko) melepaskannya dengan mencari sesuatu yang dianggap lebih baik).

Pepatah Indonesia mengatakan “Beruk di hutan disusukan, punai di tangan dilepaskan”. Sesuatu yang besar yang belum jelas dan terlalu diharapkan dicarinya kesana kemari, sambil ia rela melepaskan yang ada yang dianggap masih kecil, menghabiskan biaya, tenaga dan bahkan waktu untuk itu.

Ada seseorang yang memiliki pekerjaan tetap dengan penghasilan yang sederhana, atau gaji yang kecil tapi cukup. Lalu demi tergiur dengan iming-iming atau ajakan orang lain untuk meninggalkan pekerjaan tersebut karena ada pekerjaan lain yang lebih besar penghasilannya padahal belum jelas kebenarannya, yang ada adalah beresiko tinggi, tapi ia rela mengejarnya, orang demikian akan mengalami penyesalan di kemudian hari. Di samping itu ia tidak bersyukur atas pemberian Allah, Kecuali kalau memang sudah jelas adanya.
 

An ounce of prevention is worth a pound of cure. (satu ons pencegahan lebih berharga dari sat upon pengobatan)

Alfaqih Warsono




Means: It is easier to prevent something from happening than to repair the damage or cure the disease later.
(lebih mudah mencegah sesuatu yang akan terjadi daripada memperbaiki kerusakan atau mengobati penyakit kemudian)

Pepatah Indonesia mengatakan “Mencegah lebih baik daripada mengobati” adalah senada dengan proverb di atas. Kecenderungan manusia memang lebih suka menunda-nunda sesuatu, apakah sesuatu itu ringan ataupun berat, sehingga ia tidak memikirkan beban/biaya yang akan ditanggung. Ia selalu mengatakan “apa kata nanti saja”. Ini berarti ia tidak mempertimbangkan konsekwensi yang akan timbul. Sebab jika orang sudah  terbiasa dengan pandangan seperti  itu, maka konsekwensinya ia akan menanggung beban yang lebih besar daripada ketika ia lebih cepat mengatasinya sebelum hal itu bertambah parah.

April showers bring Many flowers. (Hujan bulan April Membawa Banyak Bunga)

Alfaqih Warsono





Means: Something bad or unpleasant today may bring good things in the future

(Sesuatu yang buruk atau tidak menyenangkan sekarang ini, mungkin akan membawa hal yang baik di masa mendatang.)

وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ ﴿٢١٦﴾

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al baqarah [2]:216)

Terkadang kita (manusia) ingin segala sesuatu yang akan menimpa kita selalu yang baik-baik saja dan kita dapat menerimanya, tetapi kita tidak bisa menerima segala yang buruk menimpa kita. Seakan Tuhan tidak sayang kita. Padahal di situlah letak keadilan Tuhan.

فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ ﴿١٥﴾ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ ﴿١٦﴾

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: "Tuhanku telah memuliakanku".
Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku".
(QSAl Fajr [89]:15-16)

Tapi, bagi orang beriman, hal itu diyakini sebagai ladang pahala bagi yang mau bersabar danterus berikhtiar (berusaha semaksimal mungkin). Mudah-mudahan Allah mengganti dengan yang lebih baik.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٥﴾ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ ﴿١٥٦﴾

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,
 (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun" (QS Albaqarah [2]: 155-156)

Oleh karenanya kita wajib berusaha mengubah keadaan yang nampak tidak baik atau tidak menyenangkan itu. Karena Allah tidak akan merubah nasib siapapun sampai ia mau merubahnya sendiri.

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللّهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءاً فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ ﴿١١﴾

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS Arra’du [13]:11)
 

A burden of one's own choice is not felt. (Sebuah beban pilihan sendiri tidak dirasakan)

Alfaqih Warsono





Means: Something difficult seems easier when it is done voluntarily
Maksudnya: Sesuatu yang sulit tampaknya lebih mudah jika dilakukan secara sukarela

Ikhlas adalah benar-benar kata kunci perbuatan/pekerjaan/amal. Jika seseorang ingin melakukan sesuatu dengan ringan tentu ia harus melakukannya secara ikhlas, tanpa itu sekecil apapun pekerjaan dan tugas yang ia lakukan akan terasa berat, yang pada akhirnya akan menimbulkan perasaan kesal, jengkel.

Sholat, misalnya, akan terasa ringan dan menyenangkan jika dikerjakan dengan penuh khusyu’ dan ikhlas, tapi manakala dilakukan dengan sebaliknya tentu akan terasa berat. Demikian halnya seperti  yang dilakukan oleh orang munafiq, seperti  dijelaskan Allah dalam AlQuran:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً ﴿١٤٢﴾

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. QS An Nisa [4]:142


وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ ﴿٤٥﴾     الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُوا رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ﴿٤٦﴾

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.  (QS Al Baqarah [2]:45-46)

A broken friendship may be soldered but will never be sound. (Persahabatan yang pecah mungkin bisa disambung namun tidak akan pernah menjadi bunyi)

Alfaqih Warsono




Means: Friendships can be rebuilt after a dispute but will never be as strong as before.

Persahabatan dapat saja dibangun kembali tetapi tidak akan sekuat sebelumnya.
Oleh karena itu, jangan pernah mencoba untuk merusak sebuah persahabatan.

Persahabatan yg dulu indah, penuh kepercayaan, saling menghormati, tanpa ada rasa curiga, saling membela, saling menghibur di kala duka, jika suatu ketika dirusak dengan sebuah pengkhianatan, ketidakjujuran, kelicikan, ke-egoisan, pembohongan, dll, tentu jikalau pun dapat meminta maaf lalu berteman kembali, tidaklah persahabatan itu seperti dulu lagi. Kini persahabatan dibayangi oleh kecurigaan, ke-acuh-tak-acuh-an, tidak saling percaya, kurang menghormati.
Perhatikan firman Allah:
وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ ﴿١٠٣﴾

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS Ali Imran[3]:103)

Rasulullah SAW bersabda:
اَلْمُسْلِمُ أَخُ الْمُسْلِمِ

Orang Islam (yang satu) menjadi saudara bagi orang Islam (yang lain). Allah berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿١٠﴾

Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (QS Al Hujarat[49]:10)

Jumat, 18 Januari 2013

An empty purse frightens away friends (dompet kosong membuat kawan lari ketakutan)

Alfaqih Warsono



An empty purse frightens away friends

(dompet kosong membuat kawan lari ketakutan)

Means: When one's financial situation deteriorates (memburuk), friends tend to disappear.
(Bila keadaan financial seseorang memburuk, teman-teman cenderung menghilang)

Orang bilang ada uang abang sayang, tak ada uang abang tendang. Kasihan sekali nasib si abang yang malang tak punya uang.
Orang bilang, tipe manusia ini adalah “matre”. Kedengarannya “negatif”, berkawan hanya dengan si kaya. Namun, sebenarnya tidak ada salahnya, asalkan tidak berpikir yang negatif apalagi merendahkan.

Berkawan dengan orang yang tidak punya uang juga sebenarnya penyebab turunya rahmat Tuhan, betapa tidak, kita bisa memberikan pertolongan yang belum tentu bisa dilakukan terhadap kawan yang kaya. Boleh jadi kawan yang kaya menyenangkan hati kita dan kita penyebab bertambahnya pahala dia.

Jadi, teman miskin mestim kita dekati sebab menjadi peyelamat jiwa dan raga kita dunia-akhirat. Teman kaya pun mesti kita dekati sebab menjadi penolong ketika kita membutuhkan.

Namun, yang tidak boleh kita lakukan adalah mencari teman kaya dengan niatan kita mencari keuntungan darinya dan mencari popularitas diri serta harga diri. Begitu juga menjauhi teman minskin dengan niatan malu terhadap harga diri dan merendahakannya.

Ingatlah yang lebih awal masuk surga adalah orang miskin yang beriman dan beramal shaleh yang mampu menjaga diri dan keluarganya dari meminta-minta.
وَوَجَدَكَ عَائِلاً فَأَغْنَى ﴿٨﴾

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan (QS Ad Dhuha [93]:8)
 

All good things come to those who wait. (Segala hal yg baik akan dating kepada yg menungguinya)

Alfaqih Warsono



All good things come to those who wait.

(Segala hal yg baik akan datang kepada yg menungguinya)

Means: Patience brings rewards

(Kesabaran akan membawa hasil; kesabaran akan mendapatkan balasan)




Janganlah percaya kepada orang yang bergurau dengan “Al-a’malu bil iman=orang yang malu-malu gak keduman”, di samping kalimat itu tidak berdasar, ternyata tidak sesuai dengan janji Allah. Bahwa “innallaha ma’as shobirin=sesungguhnya Allah beserta orang yang mau bersabar”, artinya jika kita bersabar Allah tidak akan menyia-nyiakan ganjarannya. Lihat saja, ketika Allah menguji seseorang dengan musibah, Allah berfirman: “wabassyiris shobirin=berilah kabar gembira bagi orang yang bersabar”.


Dengan demikian kesabaran pasti akan mendatangkan keberkahan. Itu semua bagi orang yang percaya. Bahkan kita diperintah untuk meminta pertolongan Allah dengan cara sabar dan shalat. Sayangnya, tidak semua orang mampu dengan kesabaran, begitu juga dengan mendirikan sholat. Tapi belum terlambar, mari kita galakkan keduanya sebelum ruh berada di tenggorokan kita. Wallahu a’lam


All things are difficult before they are easy. (Segala sesuatu yang sulit sebelumnya itu mudah)

Alfaqih Warsono



All things are difficult before they are easy.

(Segala sesuatu yang sulit sebelumnya itu mudah)
Means: With practice things become easier.

(dengan latihan segala sesuatu menjadi mudah)



Teori dan sejumlah ungkapan itu terkadang sulit dipahami, kalaupun dipahami ternyata memerlukan beberapa waktu. Terlebih lagi ketika diksi (pilihan katanya) menggunakan kata-kata yang berfrekwensi rendah (jarang dipakai oleh kebanyakan orang). 

Akan tetapi dengan dilakukan praktek atau latihan, ternyata lebih mudah dan cepat. Sebagai contoh, mata pelajaran Matematika, ketika dibaca dan dikerjakan hanyan dalam satun waktu terasa sulit, namun dengan latihan berulang-ulang, ternyata mudah. 

Begitu juga Bahasa Inggris, tanpa latihan sering, sulit orang lancar berbahasa Inggris. Sehingga seorang siswa di suatu sekolah yang merasa kesulitan dalam sebuah kegiatan belajar, sebenarnya lebih dikarenakan ia tidak sabar untuk berlatih. Sesulit apapun, jika dilakukan dengan pembuktian lewat latihan/praktek, maka pasti akan menjadi mudah.

Variety is the spice of life (Perbedaan adalah bumbu kehidupan)

Alfaqih Warsono



"Variety is the spice of life." Famous Proverb
Perbedaan adalah bumbu hidup.Ini termasuk Kata mutiara yang populer/terkenal di dunia.

Islam memandang keanekaragaman atau perbedaan dalam kehidupan adalah bumbu dalam kehidupan sepanjang orang yang terlibat dalam perbedaan itu saling menghargai perbedaan tersebut. Mereka menjadikan perbedaan itu sebagai hazanah untuk menemukan kesempurnaan. Bukan sebaliknya perbedaan merupakan suatu indikasi untuk melemahkan kebersamaan, untuk menyerang pendapat dan keyakinan pihak lain agar tunduk pada pendapat dan keyakinannya sendiri. Ini adalah persaingan yang tidak sehat. 

Jangan menjadikan perbedaan menjadi “Variety is the poison of life” (Perbedaan adalah racun kehidupan). Ini hanya terjadi pada orang-orang yang bersifat egois, selfish (mementingkan diri sendiri saja. Ia lupa akan kebutuhannya terhadap orang lain. Perlu diketahui bahwa manusia adalah makhluk sosial, artinya sejak ia lahir sampai meninggal dunia, ia akan selalu membutuhkan bantuan orang lain. 

Dalam hal ini ada baiknya kita simak Firman Allah dalam QS Ali Imran [3]:103



"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." (QS Ali Imran [3]: 103)
 

Kamis, 17 Mei 2012

The grass is always greener on the other side of the fence (Rumput selalu tampak lebih hijau di sebelah pagar lain)

Alfaqih Warsono

The grass is always greener on the other side of the fence
(Rumput selalu tampak lebih hijau di sebelah pagar lain)

Pepatah ini sejalan maknanya dengan The first step to health is to know that we are sick (Langkah pertama menuju kesehatan adalah untuk mengetahui bahwa kita sakit). ;The head and feet keep warm, the rest will take no harm (Kepala dan kaki tetap hangat, sisanya akan tidak membahayakan).: ;The more things change, the more they stay the same (Makin banyak hal berubah, semakin banyak pula mereka tetap sama.: ;The more more you have, the more you want (Semakin banyak yang Anda miliki, semakin banyak Anda inginkan.)

Dalam pepatah Indonesia sejalan dengan pepatah “Rumput tetangga nampak lebih hijau”. Apa yang dimiliki oleh orang lain kelihatannya menarik untuk dimiliki, padahal kita pun sebenarnya memiliki yang serupa, tetapi nampaknya tidak begitu menarik, sehingga timbul hasrat untuk mencobanya dan bahkan memilikinya. Kata orang, ia itu adalah “serakah”. Tidak mau mensyukuri  apa yang ia dapatkan.

Sekarang bagaimana agar rumput kita tanpak lebih hijau dan menarik, tentu kita harus merawatnya, memperlakukannya dengan baik, dan yang pasti tata mindset (pola pikir) kita agar berpandangan bahwa sebenarnya semua rumput sama hijau tergantung bagaimana kita memeliharanya (segala yang kita miliki adalah sama pemberian Tuhan, syukuri meskipun sedikit atau tidak menarik)

Fools seldom differ (Kebodohan jarang berbeda)

Alfaqih Warsono


Sebenarnya, sejauh yang orang ketahui bahwa kalimat "kebodohan (orang-orang bodoh jarang berbeda (Fools seldom differ )", muncul dari perkataan "Para pemikir besar berpikir serupa, tetapi orang bodoh jarang berbeda." ("Great minds think alike, but fools seldom differ.").

Hal ini biasanya digunakan dalam situasi di mana dua orang memiliki selera yang sama, gagasan, pendapat dll Ini pada dasarnya berarti bahwa kedua orang bisa sama-sama cemerlang, maka kesamaan dalam ide-ide cemerlang mereka (pikiran besar berpikir sama). Sebelum mereka semua terbawa meskipun kata pepatah untuk mengingatkan mereka bahwa penjelasan yang mungkin adalah bahwa mereka berdua sama-sama bodoh (bodoh jarang berbeda).

Jadi, sependapat dengan pandangan seseorang, bisa menunjukkan bahwa Anda berdua sama-sama sangat brilian, atau bodoh yang
tidak bisa disembuhkan.

Dengan kata lain, kemiripan suatu perbuatan/kejadian bisa dikatakan memiliki kecerdasan jika kemiripan tersebut akibat dari upaya inovasi sejenis untuk menemukan atau membuat sesuatu yang baik dan mutakhir, seperti ketika Yamaha berinovasi membuat sepeda motor jetmatic "Mio", produsen-produsen motor lain buru-buru membuat inovasi yang serupa, misalnya Honda membuat "Beat", dll. Atau ketika siswa SMK sebuah kota bisa merakit mobil, buru-buru SMK lain meniru merakit mobil, laptop, dll.  


Akan tetapi bukanlah suatu keserdasan bahkan suatu kebodohan/kedunguan, jika kemiripan tersebut akibat dari iri yang tidak dilandasi ilmu pengetahuan sama sekali, tidak ilmiah, tidak ada daya inovasi, hanya meniru-niru, misalnya ketika ada penyanyi yang tena karena kostumnya yang aneh/tidak lazim (misalnya hanya memakai kain penutup kemaluan saja, atau kostum terbuat dari koran/kulit daging hewan), atau rambut yang dipotong tidak lazim dan tidak beretika (termasuk dicat warna warni), atau budaya-budaya apa saja yang dilakukan oleh penganut liberal (kebebasan) dengan menyebut dirinya "gaul" sementara tidak rasional dan secara empirik (pengalaman) tidak menggunakan ilmu pengetahuan dan norma sama sekali.

Kamis, 29 Desember 2011

First come, first served. (Pertama datang, pertama dilayani)

Alfaqih Warsono



First come, first served.
(Pertama datang, pertama dilayani)

The first person in the line will be attended to first.
(Orang pertama di antrian akan dihadirkan ke pertama)

Maksudnya, budayakan antri. Jika kita ingin dilayani lebih awal, hendaklah datang lebih awal. Jika kita datang kemudian, maka janganlah minta didahulukan karena pasti akan dilayani kemudian. Ambillah nomer antrian di mesin yang disediakan. Itulah cara tertib.

Budaya tertib, jika Anda tahu, sudah diberlakukan dalam Islam sejak dahulu.  Dalam  kitab-kitab fiqih, misalnya, semua bentuk kaifiyat (tata cara) dilakukan secara tertib (berurutan). Lihat saja berwudu, kita tidak boleh mendahulukan membasuh kaki dari pada membasuh muka, dsb, karena sudah ditentukan urutannya (tertib). Dalam sholat, juga tidak boleh kita mendahulukan membaca surat pendek sebelum Al fatihah, tidak boleh mendahulukan sujud dari pada ruku, dsb. 

Sehingga, dapatlah diketahui bahwa orang yang tidak mau tertib dalam masyarakat, sesungguhnya tidak pernah beres dalam melakukan ibadah.

False friends are worse than open enemies. (Salah memilih teman akan lebih buruk dari pada musuh terbuka)

Alfaqih Warsono



False friends are worse than open enemies.
(Salah memilih teman akan lebih buruk dari pada musuh terbuka)

Mencari teman memang tidak perlu memandang apakah ia kaya atau miskin, sama saja. Namun teman yang berperangai buruk, suka melakukan maksiat, suka berbuat jahat, suka melanggar aturan (baik aturan umum ataupun aturan agama), maka tidak perlu dijadikan teman.

Ingat berteman dengan penjual minyak wangi, meskipun kita tidak membelinya, setidaknya terolesi minyak wangi. Namun berteman dengan tukang mencetak batu bata atau pandai besi, asalkan tidak terpercik lumpur adonan batu bata atau percikan api kita sudanh untung.

Berteman dengan maling, meskipun kita tidak mencuri, kita tetap di bawa polisi untuk dijadikan saksi, yang mungkin juga dipenjara karena dianggap melindungi pencuri melarikan diri.

Pesan dari setengah ulama adalah kita hendaknya menemukan obatnya hati, jumlahnya ada lima (5), salah satu darinya adalah bergaul dengan orang-orang shalih, yang suka/gemar melakukan kebaikan-kebaikan dan ibadah.

مجالس الصالحين


Failure teaches success (Kegagalan mengajarkan keberhasilan)

Alfaqih Warsono



Failure teaches success
(Kegagalan mengajarkan keberhasilan)

People can learn from their failures and be successful later on.
(Orang dapat belajar dari kegagalannya dan berhasil kemudian)

Kebanyakan orang yang kurang cerdas menyesal dan menyerah dengan kegagalan yang ia dapatkan. Padahal jika ia tumbuh rasa ingin tahu mengapa ia gagal, lalu mencoba mengkaji ulang sehingga ditemukan penyebab kegagalan itu, maka pasti ia akan sukses kemudian. Oleh karena itu, tak usahlah sedih dengan kegagalan. Jadikan kegagalan itu semangat baru untuk meraih keberhasilan.

Facts speak louder than words. (Fakta berbicara lebih keras dari pada kata-kata)

Alfaqih Warsono



Facts speak louder than words.
(Fakta berbicara lebih keras dari pada kata-kata)

People show what they are really like by what they do, rather than by what they say.
(orang menunjukkan seperti apa sebanarnya ia melalui apa yang ia lakukan dari pada melalui kata-katanya).

Sulit memang mempercayai sesuatu seperti apa yg diucapkan orang-orang jika tanpa bukti, namun akan tidak dapat terbantahkan jika ditunjukkan bukti-buktinya. Itulah sebabnya mengapa polisi dan hakim tidak bisa menerima kesaksian orang yang tidak dilengkapi dengan bukti-bukti.